SINTA

SINTA Pada waktu SMA dulu Guru Sastra Inggris kami mengajak kami menonton film berjudul Dead Poets Society . Ada kata-kata dari film itu yang hingga kini masih terngiang di kepalaku. Bahkan, kata-kata itu pernah menjadi motto hidupku sewaktu remaja. Carpe diem . Seize the day . Bagaimana ya menerjemahkannya dalam Bahasa Indonesia? “Jangan sia-siakan hari ini,” mungkin begitu ya? Pada waktu itu punya motto dalam bahasa asing, apalagi Bahasa Latin, rasanya keren. Aku bikin stiker skotlet bertuliskan “ CARPE DIEM ” dengan warna merah mencolok, lalu aku tempelkan pada bagian samping belakang motor bebekku. Sejujurnya, waktu itu aku tidak begitu paham apa maksud dari kata-kata tersebut. Mengapa kita harus seize the day , di saat hari-hari berjalan dengan lambat sekali; masih ada esok hari, bukan? Yah... aku memakainya semata-mata karena keren saja. Maklumlah, anak remaja yang masih mencari jati diri. Kalau orang tanya, apa motto hidupku, dengan bangga aku akan menjawab, “Carpe diem,” lalu o...

SIANG DI SEBUAH TERMINAL

 SIANG DI SEBUAH TERMINAL

 

Dua bus AKAP menanti penumpang di Terminal Tirtonadi Surakarta. Dokumen pribadi.

Siang di sebuah terminal.

Dua rival sebelah-menyebelah.

Sebenarnya sahabat kental di atas aspal.

Kita sama di bawah surya; dipanggang hingga rangka.

Biarlah anak pemimpin negeri naik jet pribadi,

kita menari diiringi seru tempik sorak:

fufufafa jajaja ratata humpapa... .

Esok mentari akan kembali,

kita tunda mati sehari lagi.

 

Surakarta, 01 Oktober 2024

Padmo “Kalong Gedhe” Adi

Comments