SINTA

SINTA Pada waktu SMA dulu Guru Sastra Inggris kami mengajak kami menonton film berjudul Dead Poets Society . Ada kata-kata dari film itu yang hingga kini masih terngiang di kepalaku. Bahkan, kata-kata itu pernah menjadi motto hidupku sewaktu remaja. Carpe diem . Seize the day . Bagaimana ya menerjemahkannya dalam Bahasa Indonesia? “Jangan sia-siakan hari ini,” mungkin begitu ya? Pada waktu itu punya motto dalam bahasa asing, apalagi Bahasa Latin, rasanya keren. Aku bikin stiker skotlet bertuliskan “ CARPE DIEM ” dengan warna merah mencolok, lalu aku tempelkan pada bagian samping belakang motor bebekku. Sejujurnya, waktu itu aku tidak begitu paham apa maksud dari kata-kata tersebut. Mengapa kita harus seize the day , di saat hari-hari berjalan dengan lambat sekali; masih ada esok hari, bukan? Yah... aku memakainya semata-mata karena keren saja. Maklumlah, anak remaja yang masih mencari jati diri. Kalau orang tanya, apa motto hidupku, dengan bangga aku akan menjawab, “Carpe diem,” lalu o...

BEBAN NEGARA

 BEBAN NEGARA

 

Apakah bagi Negara pendidikan itu beban?

Aku mencoba melihat kembali

perihal apa yang masih tersedia

apa-apa saja yang masih berharga

Ah, sedih sekali inkarnasi jadi WNI!

 

Ibu dan ayahku pendidik bangsa

mereka cerdaskan bocah-bocah

mengabdi di daerah pinggir kota

di pedalaman utara Jawa Tengah

 

Eyang maju tempur kala revolusi

bersama Ignatius Slamet Riyadi

kini tetirah langgeng di Surakarta

Merah Putih ada pada nisannya

 

Warengku adalah Tiyang Mardika

yang nganggit sastra di Surakarta

tapi siapa yang kini baca romannya?

apalagi dia tulis pakai Hanacaraka

 

Namun, inilah aku di sini kini

meratapi pajak yang lipat tinggi

lihat beras naik tak turun lagi

dianggap beban walau mengabdi

 

Ah, jangan kauajari nasionalisme

tak perlu kauajari cinta tanah air

Negara ini telah lupa preambule

Sila V dingin beku tak pernah cair

 

Malang, 21 Agustus 2025

Padmo Adi

Comments