SINTA

SINTA Pada waktu SMA dulu Guru Sastra Inggris kami mengajak kami menonton film berjudul Dead Poets Society . Ada kata-kata dari film itu yang hingga kini masih terngiang di kepalaku. Bahkan, kata-kata itu pernah menjadi motto hidupku sewaktu remaja. Carpe diem . Seize the day . Bagaimana ya menerjemahkannya dalam Bahasa Indonesia? “Jangan sia-siakan hari ini,” mungkin begitu ya? Pada waktu itu punya motto dalam bahasa asing, apalagi Bahasa Latin, rasanya keren. Aku bikin stiker skotlet bertuliskan “ CARPE DIEM ” dengan warna merah mencolok, lalu aku tempelkan pada bagian samping belakang motor bebekku. Sejujurnya, waktu itu aku tidak begitu paham apa maksud dari kata-kata tersebut. Mengapa kita harus seize the day , di saat hari-hari berjalan dengan lambat sekali; masih ada esok hari, bukan? Yah... aku memakainya semata-mata karena keren saja. Maklumlah, anak remaja yang masih mencari jati diri. Kalau orang tanya, apa motto hidupku, dengan bangga aku akan menjawab, “Carpe diem,” lalu o...

MALAM DI SEBUAH TERMINAL

MALAM DI SEBUAH TERMINAL

Seorang pengamen bernyanyi di dalam sebuah bus antarkota. Dokumen pribadi.


Bus AKAP diam menggeram

nunggu penumpang terburu

mereka dikejar malam

hari kadung jadi lesu


Naik seorang perempuan

padanya ada ukulele

menyanyikan tembang kenangan

harga dirinya timbang nglonthe


Setelah turun itu perempuan

naik lelaki berjualan tahu

kepada penumpang dia tawarkan

dia bilang tahunya tahu baru


Lalu naik juga aki tua

Ngaji baca ayat satu dua

Tak lupa juga mengucap doa

Lalu minta duit imbal surga


Bus AKAP lari arungi malam

membawa kenangan dan harapan

disaksikan purnama yang diam

Hidup tetap harus dilanjutkan


Surabaya, 08 Oktober 2025

Padmo Adi


Comments