PESTA SUNYI OLIGARKI

  PESTA SUNYI OLIGARKI   Tim Kamboja, Garda Akhir RS Brayat Minulya memberi penghormatan terakhir dan doa kepada jenazah korban covid19. Begajah, Sukoharjo, Jawa Tengah. Foto dari Antonius Suhartanto. Matahari pagi membakar orang-orang renta yang memohon hidup darinya Pada lorong-lorong rumah sakit banyak orang keleleran menolak mati B anyak juga orang meregang nyawa sendiri di rumah tanpa sempat melolong minta tolong Ambulan-ambulan mulai lunglai, tak lagi kuat mengantar tubuh-tubuh dan bangkai   Sementara itu di jalanan-jalanan kota, aku melihat wajah-wajah oligarki menjual diri pada baliho-baliho besar-besar sembari menulis nama lengkap dan empat angka : 2024   Aku ingin meludah ! Di saat kita dilanda nestapa... bernapas tak bisa, perut juga meronta! Aku ingin muntah ! Di saat maut mengepung laksana sekawanan serigala... pergi keluar mati dicekik korona tetap di rumah mati kelaparan nasi tiada   Kita ditinggalkan mati sendiri

Angin Bulan Agustus

Angin Bulan Agustus

 

Angin Bulan Agustus dingin

menghembusi segala ingin

Waktu yang hilang jadi kemarin

akankah mengkristal jadi yakin?

 

namun aku masih di sini...

bergumul dengan diri sendiri

dan aku masih di sini...

memetakan semua hasrat ini

 

anak singa mencari sarang

anak singa nasibnya Malang

anak singa jauh dari yang disayang

anak singa mulai buram memandang

 

Angin Bulan Agustus

dari Selatan dia berhembus

menciutkan nyali dia yang diutus

Akankah segala renjana terputus?

 

namun aku masih di sini

kembali mengumpulkan diri

pelan-pelan membentuk mimpi

walau di jalanan hanya ada mati

 

Malang, 03 Agustus 2020

Padmo Adi

Comments