MALAM MURAM MASIH PANJANG

MALAM MURAM MASIH PANJANG   Musikalisasi puisi dengan suno.com. Kala Kegelisahan melanda Kala Mala melumat purnama Bulan Separuh Bayang! Bawa ... Bawa ... Bawa ... seru orang-orang   Siapa yang tahan mendengarnya?! Kata-katanya membual lalu menyembur laksana bisa   Itu Rahu! Siapa yang tahu?!   Mereka pukul lesung bertalu Wulandari akan kembali Asura tinggal kepala saja Wisnu ada bersama kita   Jika asura itu akhirnya mati atau jatuh dan tergelimpang Cahaya Bulan meraja di bumi Malam muram masih panjang!   Tuhan ... kasihanilah kami ...   Malang, 01 Agustus 2026 Padmo Adi

Bukankah Kita Telah Merdeka?

Bukankah Kita Telah Merdeka?

Berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus tahun lalu moyang kita berjuang
Mengangkat bedil, mengangkat kelewang, mengangkat keris, dan pedang
bahkan tak jarang moyang kita memakai tipu muslihat dan diplomasi
demi meraih satu tujuan bersama, yaitu kemerdekaan dan harga diri

Kemudian sejarah pun mencatat...
ada yang menjadi pahlawan
ada pula yang menjadi pengkhianat!
Semuanya telah kita mitoskan

Dan, pada 17 Agustus 1945 Soekarno-Hatta membacakan proklamasi
Jadi, bukankah kita telah merdeka?

Ya... kita telah merdeka.
Itulah mitologi yang kita hidupi kini...
bahwa kita merdeka.
Tapi, sekarang... lalu apa?

15 Agustus 2013

Padmo “Kalong Gedhe” Adi

Comments

Post a Comment